Oknum Penyidik KPK Diduga Lakukan Pemerasan, Firli Bahuri: Kami Tidak Akan Tolerir

Raka Dwi Novianto
Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan tak ada menolerir tindakan pemerasan yang kabarnya dilakukan oknum penyidik kepada Wali Kota Tanjungbalai, HM Syahrial. (Foto: Istimewa)

KPK, kata Firli mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang turut serta melaporkan dugaan pemerasan tersebut. Namun, Firli juga menegaskan pihaknya masih mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"KPK tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Menjunjung tinggi hak asasi manusia," kata Firli.

Dari informasi yang dihimpun, oknum penyidik KPK diduga meminta uang dengan nominal sekitar Rp 1,5 miliar kepada Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial. Pemerasan itu dilakukan dengan iming-iming akan menghentikan kasus diduga melibatkan Syahrial.

Diketahui, KPK saat ini tengah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan hadiah atau janji terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai Tahun 2019.

Hal tersebut buntut dari digeledahnya kediaman Wali Kota Tanjungbalai Syahrial pada Selasa (20/4/2021).

"Benar, setelah menemukan dua bukti permulaan yang cukup maka saat ini KPK sedang melakukan penyidikan dugaan TPK terkait penerimaan hadiah atau janji terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai Tahun 2019," ujar Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Geledah Kantor Bupati Cilacap, KPK Sita Ponsel Berisi Pesan Pengumpulan Uang Pemerasan THR

Nasional
8 jam lalu

KPK Sita Uang Rp1 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Rejang Lebong terkait Suap Proyek

Nasional
14 jam lalu

KPK Buka Peluang Jerat Tersangka dari Pihak Swasta dalam Kasus Kuota Haji 

Nasional
24 jam lalu

KPK Ungkap Perangkat Desa Terpaksa Pinjam Uang demi Penuhi Setoran THR Bupati Cilacap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal