Sempurna pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 07.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) langsung melakukan upaya penyelamatan.
Tim menemukan Sempurna berada di dalam parit kering di area perkebunan kelapa sawit milik warga. Saat ditemukan, orangutan tersebut tidak mampu berdiri, hanya dapat bergerak secara terbatas, dan mengalami kesulitan bernapas.
Tim kemudian memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan intravena. Sempurna selanjutnya dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun, kondisi Sempurna terus menurun. Sekitar pukul 14.00 WIB, pernapasannya semakin dangkal dan saturasi oksigen tidak terdeteksi.
Setelah menunjukkan tanda-tanda henti napas, tim melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Sempurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.