“Taiwan adalah permulaan. Yang menentukan bukan berapa jumlah kita hari ini. Yang menentukan adalah apa yang kita lakukan setelah keluar dari ruangan ini. Jaga kiai. Jaga jam’iyyah. Jaga persaudaraan. Jaga Indonesia,” kata Gus Nabil.
Setelah menyelesaikan pendidikan dan evaluasi, 25 peserta mengikuti prosesi baiat dan pengukuhan yang dipimpin Dankopasnas Pagar Nusa, Malik. “Kualitas Pasukan Inti Taiwan memuaskan. Jaga diri, taati aturan dan kode etik,” ujar Malik.
Para lulusan kemudian mengikuti ijazahan yang diberikan Gus Nabil sebagai bekal spiritual.
Ketua PCI Pagar Nusa Taiwan Fuad Hasyim berharap kader baru tersebut menjadi penggerak program Pagar Nusa dan Nahdlatul Ulama di Taiwan.
“Sukseskan seluruh agenda Pagar Nusa dan NU di seluruh tingkatan. Terima kasih kepada PCI NU yang selalu membimbing dan mendukung,” kata Fuad.
PCI Pagar Nusa Taiwan saat ini memiliki lima PACI, yakni Yi Lan, Taipei, Taichung, Changhua, dan Tainan, serta tiga PRI di Taoyuan, Tunghai, dan Ding Fan Po.
Ke-25 kader selanjutnya akan mengikuti rencana tindak lanjut untuk memperkuat organisasi, kaderisasi, pembinaan pencak silat, kegiatan sosial, dan pengabdian bagi masyarakat Indonesia di Taiwan.