Daryono menegaskan, pasang purnama tidak secara otomatis menyebabkan banjir rob. Potensi genangan di pesisir dipengaruhi sejumlah faktor, seperti tinggi pasang lokal, angin yang mendorong air menuju pantai, gelombang, tekanan atmosfer, bentuk garis pantai dan dasar laut, hingga tinggi muka laut relatif terhadap daratan.
"Jika pasang tinggi bertepatan dengan cuaca laut buruk, genangan dapat menjadi lebih besar," katanya.
Pada periode 26-30 September 2026, terdapat potensi rob di sejumlah wilayah pesisir. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi prediksi pasang dan peringatan lokal dari lembaga berwenang.
Terkait anggapan Harvest Moon dapat memicu gempa, Daryono menjelaskan purnama memang menimbulkan earth tides atau pasang bumi, yakni deformasi sangat kecil pada kerak akibat gravitasi bulan dan matahari.
Namun, fenomena tersebut tidak dapat digunakan untuk memprediksi waktu dan lokasi gempa besar.