Pakar Ungkap Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau bagi Penerbangan, Bikin Mesin Pesawat Mati

Binti Mufarida
Ilustrasi kokpit pesawat (foto: ilustrasi AI)

“Selain kerusakan mekanis dan termal, abu vulkanik juga memicu gangguan sistemik pada navigasi dan kelistrikan pesawat. Gesekan antarpartikel abu halus yang terlempar dengan kecepatan tinggi menimbulkan muatan listrik statis ekstrem, memicu fenomena St. Elmo's Fire di kaca kokpit serta gangguan interferensi frekuensi radio komunikasi,” kata Daryono.

Lebih lanjut, Daryono mengatakan komposisi asam yang melekat pada abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan korosi instan pada komponen elektronik sensitif dan mencemari sistem pengondisian udara kabin (bleed air), yang tidak hanya mengancam kelangsungan fungsi instrumen penerbangan tetapi juga membahayakan keselamatan sistem pernapasan kru dan penumpang.

Bahaya paling fatal terjadi ketika abu terhisap ke dalam mesin jet; suhu ruang bakar yang mencapai 1.400 derajat Celsius akan melelahkan partikel silika tersebut hingga menjadi cairan kaca yang kemudian mendingin dan membeku di bilah turbin, menyumbat aliran udara, dan menyebabkan kegagalan mesin mendadak di udara.

Daryono menceritakan, insiden penerbangan paling terkenal akibat abu vulkanik terjadi pada 24 Juni 1982, ketika pesawat British Airways Penerbangan 9 melintasi awan abu erupsi Gunung Galunggung di Jawa Barat pada ketinggian 37.000 kaki.

“Abu vulkanik silika yang terhisap ke dalam empat mesin jet Boeing 747 tersebut meleleh dan membeku di bilah turbin hingga memicu kegagalan pembakaran mendadak (flameout) yang mematikan seluruh mesin secara bersamaan, disertai fenomena listrik statis St. Elmo’s Fire dan kikisan abrasif pada kaca kokpit,” katanya.  

Setelah meluncur bebas tanpa mesin sejauh puluhan kilometer keluar dari paparan awan abu, kapten pilot Eric Moody dan krunya berhasil menyalakan kembali mesin saat suhu partikel meleleh mendingin dan rontok di ketinggian lebih rendah, lalu melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Penghentian sementara operasional penerbangan di beberapa bandara saat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini merupakan langkah dan keputusan yang tepat demi menjamin keselamatan penerbangan,” katanya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

Heboh Muncul Dataran Baru Disebut Cucu Anak Krakatau, Badan Geologi Buka Suara

3 hari lalu

Pemerintah Pesan Pesawat Beriev hingga 2.000 Truk Pemadam untuk Tangani Karhutla

4 hari lalu

Jasad Kru Kapal Ditemukan, Istri Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto Berharap Pencarian Dilanjutkan

4 hari lalu

Polisi: Jasad Kru Kapal Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Teridentifikasi lewat Tes DNA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal