Secara rinci, permintaan untuk instrumen tenor tiga tahun menembus 12,38 miliar yuan (sekitar Rp32,66 triliun) dengan bid to cover ratio sebesar 2,2 kali.
Adapun untuk tenor lima tahun, penawaran yang masuk mencapai 4,62 miliar yuan (sekitar Rp12,19 triliun) dengan bid to cover ratio yang lebih tinggi, yakni 3,3 kali.
Tingginya permintaan ini berhasil menekan imbal hasil (yield) yang ditetapkan pemerintah. Yield untuk tenor tiga tahun dipatok di level 1,90 persen, sedangkan tenor lima tahun berada pada posisi 2,19 persen.
Angka ini berada di bawah estimasi awal pemerintah yang ditargetkan pada kisaran 2,3 persen hingga 2,5 persen.
Adapun proses setelmen transaksi penerbitan Panda Bond ini dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026. Hasil dari penerbitan ini dipastikan bakal menopang kas negara.
“Sebagaimana diinformasikan dalam prospektus, hasil penerbitan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026,” tuturnya.