JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkap alasan di balik pengerahan 20.980 prajurit TNI ke Jakarta pada awal November 2026. Menurutnya, penyiagaan pasukan tersebut merupakan bagian dari sistem kesiapsiagaan TNI untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman.
Pengerahan pasukan tersebut tercantum dalam Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026. Dari total prajurit yang disiapkan, sebagian besar berasal dari TNI Angkatan Laut (AL).
Agus mengatakan, TNI memiliki tiga tingkatan kesiapsiagaan, yaitu siaga 3, siaga 2, dan siaga 1. Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan kesiapan prajurit dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Adapun, ancaman yang menjadi perhatian TNI terbagi menjadi dua kategori, yakni ancaman alam dan ancaman akibat aktivitas manusia.
"Di dalam internal TNI kita menggunakan istilah siaga. Siaga ini digunakan untuk dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dari ancaman, berbagai ancaman yaitu ancaman itu ada dua, ancaman alam dan buatan," kata Agus usai memimpin pemakaman militer Letkol CPN Anumerta Dudi Firmansyah di TMP Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).