JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengubah mekanisme pengadaan impor BBM yang sebelumnya dilakukan melalui lelang oleh PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil karena pasokan minyak mentah dunia terganggu akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, pemerintah saat ini akan mencari langsung negara-negara yang memiliki kelebihan stok minyak untuk didatangkan ke Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok BBM nasional di tengah ketidakpastian pasokan.
"Kita lakukan hunting untuk menjaga agar stok nasional itu ada dan hunting ini tidak lagi mekanisme pengadaan seperti sebelumnya. Jika sebelumnya Pertamina itu melakukan lelang, maka sekarang lelang itu relatif pesertanya tidak ada," kata Laode dalam Rakor Inflasi bersama Kemendagri di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Laode menambahkan, perubahan mekanisme tersebut diperlukan karena pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah saat ini menghadapi ketidakpastian. Pemerintah pun harus mencari sumber pasokan dari negara lain di luar kawasan tersebut agar kebutuhan BBM dalam negeri tetap terpenuhi.
Dia menyebut, penutupan Selat Hormuz akibat konflik telah berdampak terhadap pasokan minyak ke Indonesia. Kondisi tersebut membuat Indonesia kehilangan sekitar 25 persen pasokan minyak nasional.