"Siapa yang merancang pembunuhan demokrasi tersebut? Ke mana korban yang hilang dan siapa yang bertanggung jawab? Sepahit apapun kejadian masa lalu negara harus menjawabnya," ucapnya.
Hasto juga mengutip pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri. Dia menekankan bahwa tuntutan ini tidak didasari oleh rasa dendam, melainkan murni sebagai kewajiban moral sebuah negara yang berlandaskan Pancasila.
"Luka Kudatuli ini bukanlah luka PDI, ini adalah luka Republik Indonesia bersama dengan seluruh luka akibat kekuasaan yang menindas di masa lalu dan kita belajar dari sejarah agar ini tidak boleh terjadi kembali saudara-saudara sekalian," tuturnya.