Dia menjelaskan pengiriman bantuan mengikuti trayek dan jadwal reguler kapal PELNI. Pengiriman perdana dilakukan menggunakan KM Tidar yang dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada Minggu (16/8/2026) pukul 22.00 WIB.
Setelah itu, bantuan akan diangkut menggunakan kapal PELNI lainnya sesuai rute dan jadwal keberangkatan setiap kapal.
Syarat Pengiriman Bantuan Gratis melalui PELNI
-Biaya pengangkutan bantuan kemanusiaan dibebaskan atau tidak dikenakan biaya kepada pengirim.
-Pengiriman mengikuti trayek dan pelabuhan yang dilalui kapal PELNI, dengan tujuan akhir sesuai rute kapal.
-Pengirim wajib melampirkan surat pengantar resmi dari lembaga, komunitas, atau instansi.
-Pengirim wajib melampirkan daftar barang (packing list) yang mencantumkan jenis dan jumlah bantuan.
-Jenis barang yang dapat dikirim meliputi makanan kemasan dan kebutuhan pokok, obat-obatan, pakaian layak pakai, selimut dan alas tidur, popok dan makanan bayi, peralatan kebersihan, kebutuhan dasar, serta logistik kemanusiaan lainnya.
-Bantuan wajib dikemas atau dibungkus dengan baik dan rapat menggunakan kardus, karung, atau peti yang kuat serta sesuai dengan jenis barang.
-Barang yang mudah pecah wajib diberi penandaan seperti “FRAGILE” atau keterangan penanganan lainnya.
-Barang yang tidak dapat dikirim meliputi bahan yang mudah meledak atau mudah terbakar, cairan atau bahan berbahaya, bahan kimia beracun, barang yang dilarang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta barang yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran, awak kapal, penumpang, maupun muatan lainnya.