Pemerhati Ular: Kobra yang Ditemukan di Permukiman Warga Tak Boleh Dibunuh

Antara
Seekor induk ular kobra ditangkap di rumah warga di Gowa, Sulawesi Selatan. (Foto: iNews.id/Bugma)

Dalam sekali bertelur, induk kobra bisa dapat menghasilkan 20 butir telur yang ditinggalkan di tempat lembap. Anakan setelah menetas itu kemudian berkeliaran dan terlihat oleh warga, meski sebenarnya kobra dewasa cenderung menghindari pertemuan dengan manusia.

Yayasan Sioux Ular Indonesia mendapatkan banyak laporan selama 2019 dengan permintaan penyelamatan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, fenomena itu tidak berarti terjadi lonjakan populasi kobra, karena kemungkinan besar itu terjadi akibat informasi tentang kelompok itu semakin tersebar dan masyarakat tidak segan menghubungi untuk memindahkan ular-ular tersebut.

“Kalau soal jumlah (populasi kobra) bisa jadi sama tapi mungkin dulu biasanya langsung dibunuh sekarang masyarakat meminta bantuan. Perubahan perilaku itu sangat bagus karena berarti masyarakat sadar bahwa ketemu ular tidak harus dibunuh,” kata dia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Health
2 hari lalu

Anak Demam Tinggi Mendadak di Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah!

Megapolitan
2 hari lalu

Rano Karno Minta Dinas Bina Marga DKI Gercep Perbaiki Jalan Rusak: Tak Perlu Disuruh

Nasional
9 hari lalu

BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan hingga Februari 2026, Masyarakat Diminta Waspada

Health
10 hari lalu

Bahaya Kencing Tikus, Ini 5 Gejala Leptospirosis yang Perlu Diwaspadai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal