Amran mengatakan pengembangan etanol diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan penggunaan E50.Dia memperkirakan penerapan E50 bersama B50 berpotensi menghemat devisa hingga 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp500 triliun per tahun jika seluruh target terealisasi.
"Mimpi kita adalah E50 sudah jadi kenyataan. Tidak impor solar kan sekarang? Insyaallah ke depan E50. Nilai kita bisa hemat kalau seluruhnya bisa selesai E50 dengan B50 itu 30 miliar dolar AS. Artinya kurang lebih Rp500 triliun per tahun kita hemat devisa kita," kata Amran.
Untuk mendukung produksi etanol, pemerintah menyiapkan skema pendanaan dengan porsi 30 persen berasal dari BUMN dan 70 persen dari pihak swasta.
"Anggarannya mungkin 30 persen dari BUMN, 70 persen dari swasta. Dan pasti swasta mau, karena tanahnya disiapkan oleh negara," ungkap Amran.