Pemerintah dan Habib Rizieq Shihab Diminta Tak Gengsi Mulai Dialog

Puteranegara Batubara
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Jakarta Hendri Satrio. (Foto: iNews).

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah dan Habib Rizieq Shihab diharapkan membuka pintu dialog. Keduanya diminta tidak sama-sama gengsi untuk memulai dialog tersebut.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Jakarta Hendri Satrio mengatakan, terpenting dari awal dialog itu adanya keterbukaan kedua pihak. 

"Kan tak harus Presiden turun ketemu, jadi sama-sama tak gengsi," ujar Hendri di Jakarta, Sabtu (5/12/2020).

Menurutnya, dialog sangat penting dilakukan untuk menurunkan tensi politik yang belakangan ini memanas. "Yang paling penting adalah terbuka aja nanti pembicaraanya," katanya.

Sebelumnya, Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang juga Ketua Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif menuturkan telah berupaya membuka pintu dialog dengan pemerintah untuk menghentikan kegaduhan.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kericuhan Dialog UGM, Pangi Chaniago Sebut Dipicu Menumpuknya Ketidakpercayaan Publik

57 tahun lalu

PDIP Pertanyakan Format Diskusi di UGM: Ini Forum Dialog atau Monolog? 

57 tahun lalu

David Pajung Soroti Kisruh Diskusi di UGM, Sebut Kampus Harus Terbuka pada Perbedaan Gagasan

57 tahun lalu

Ali Ngabalin Nilai Kisruh Diskusi di UGM Bagian dari Dinamika Demokrasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal