“Kapal ini cepat dan lincah, sangat cocok untuk dioperasionalkan di perairan Indonesia,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, Donny menegaskan negara tidak mengeluarkan biaya sedikit pun.
"Jadi itu kalau dikapalkan itu kira-kira antara tiga atau empat kapal. Itu kapal patroli dengan panjang 14 meter lebar 5 meter, kecepatan bisa sampai 40 knot, cepat," ujar Donny.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menegaskan seluruh mekanisme penerimaan hibah telah terpenuhi dan disetujui seluruh fraksi.
“Artinya dari semua mekanisme sudah terpenuhi dan semua fraksi setuju. Kalau bahasa sederhana, kalau kita dibantu, kita senang,” ujar Utut.
Namun, Utut menekankan bantuan tersebut tidak boleh disertai kepentingan tersembunyi.
“Yang kita underline adalah jangan sampai bantuan ini mendikte. Jepang adalah sahabat lama kita,” katanya.