"Untuk personel yang bekerja saat ini pemerintah sudah menambah karena melihat masih masifnya kejadian karhutla terutama di Kalimantan Tengah. Biasanya kami sampaikan ada 60.000 (personel), sekarang jadi 71.000 (personel) lebih," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan
"Untuk penanganan karhutla ini khususnya kami menambah secara signifikan di Kalimantan Tengah yang tadinya 4.500 (personel), sekarang menjadi 11.000 (personel) lebih," tuturnya.
Selain itu, pemerintah pusat menyalurkan bantuan anggaran sebesar Rp1,235 triliun kepada tujuh provinsi dan 35 kabupaten/kota yang terdampak parah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dana tersebut diharapkan mempercepat pemadaman, mendukung penanganan darurat, serta membantu masyarakat yang terdampak.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengatakan bantuan tersebut disalurkan dalam dua tahap, yakni pada 7 September 2026 dan 22 Oktober 2026. Penyaluran dilakukan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini bantuan pemerintah pusat tahap kedua tersebut sudah ditransfer. Total bantuan pemerintah pusat adalah sebesar Rp1,235 triliun,” kata Sugiono dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).