JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengoptimalkan pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) guna mengejar target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi pada 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait optimistis target tersebut dapat tercapai.
Target ini dinilai realistis melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan serta komitmen Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dalam menyediakan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Program FLPP terus mencatatkan tren kenaikan realisasi sejak masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan catatan, penyaluran rumah subsidi meningkat dari 228.000 unit pada 2023 menjadi 278.000 unit pada 2025. Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi penyaluran telah menembus angka 102.900 unit.
Pria yang akrab disapa Ara itu menekankan pentingnya integritas dan terobosan dalam tubuh BP Tapera demi memastikan program ini berjalan tepat sasaran.
"BP Tapera tantangannya banyak dan punya harapan dari rakyat dan pengembang. Dituntut untuk sangat berintegritas, sesuai target dan aturan dan bekerja dengan penuh terobosan terutama sumber daya manusianya. Saya doakan bermanfaat untuk MBR karena kebahagiaan kita adalah ketika rakyat memiliki rumah yang layak," ujar Ara dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).