Pemerintah Klaim Swasembada, kok Stok Beras Kosong dan Mahal di Pasaran?

Tangguh Yudha
Pemerintah mengklaim pasokan beras di RI melimpah, namun pasokan beras kosong dan harga melonjak. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Masyarakat mengeluhkan kelangkaan beras di pasar modern yang disertai dengan lonjakan harga. Padahal, Presiden Prabowo Subianto sempat mengklaim pasokan beras RI tertinggi sepanjang sejarah.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) merespons kabar tersebut. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menjelaskan bahwa stok beras secara nasional masih dalam kondisi aman. Ia meminta masyarakat agar tak panik.

Namun, Ketut tak menampik akan adanya kenaikan harga beras yang terjadi di lapangan. Menurutnya, hal ini terjadi karena naiknya harga Gabah Kering Panen (GKP) dari sebelumnya di angka Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram.

"Memang (kenaikan harga beras) konsekuensi daripada GKP yang memang sudah naik. Artinya dari Rp6.000 ke Rp6.500, inequality lagi. Jadi otomatis proses atau bahan pokok daripada penggilingan padi pasti sudah naik. Otomatis ini menyebabkan juga kenaikan harga," ucap dia dalam diskusi publik bersama Ombudsman, Selasa (26/8/2025).

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Pemerintah Tak akan Impor Beras hingga Gula di 2026, Stok Melimpah

Nasional
1 hari lalu

Daftar Harga Pangan 4 Januari 2026, Sebagian Besar Komoditas Turun di Awal Tahun

Nasional
6 hari lalu

Stok Beras di Jakarta 290.000 Ton, Dirut Bulog: Nggak Usah Takut Kalau Berasnya Habis

Nasional
8 hari lalu

Penjelasan Bapanas soal Harga Beras di Indonesia Timur Masih Tinggi 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal