Guna mengantisipasi kelangkaan stok di sejumlah daerah, Airlangga menekankan pentingnya kelancaran distribusi logistik dan pengadaan pasokan pangan, terutama untuk komoditas beras, bawang merah, dan bawang putih. Pemerintah daerah didorong untuk aktif melakukan kerja sama antardaerah (surplus ke defisit).
"Mendorong agar koordinasi antara daerah dan pusat terus dijaga, terutama untuk pengadaan pasokan pangan antar waktu dan antarwilayah, logistik pangan dengan fasilitasi antar wilayah dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Kemudian juga pemerintah terus menjaga administered price terhadap berbagai pihak pangan," tuturnya.
Selain itu, Airlangga menyebutkan bahwa dukungan infrastruktur logistik di daerah mulai menunjukkan hasil positif dengan tren inflasi yang perlahan menurun di wilayah-wilayah tersebut.
Pemerintah dijadwalkan akan kembali menggelar rapat koordinasi inflasi pada bulan Juni mendatang untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pasca-Lebaran.
Pertemuan yang dikemas dalam agenda sarapan pagi koordinasi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kementerian dan lembaga kunci, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM/CEO Danantara Rosan Roeslani dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.