Pemerintah Targetkan Pembatasan Pertalite Mulai Akhir 2026, Orang Kaya Dilarang Beli BBM Subsidi!

Anggie Ariesta
Pemerintah menyiapkan pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat mampu dan mobil mewah, yang berlaku mulai akhir 2026. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mematangkan mekanisme pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite khusus untuk kelompok masyarakat mampu. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan langkah ini bertujuan agar alokasi kuota subsidi energi tepat sasaran dan tidak lagi dinikmati konsumen kelas atas.

Purbaya mengatakan, uji coba dan evaluasi sistem teknologi pemantauan milik PT Pertamina (Persero) saat ini menunjukkan kesiapan yang memadai. Melalui mekanisme tersebut, masyarakat yang tergolong dalam kategori desil 9 dan 10 tidak lagi diperkenankan membeli Pertalite.

"Nanti kan kita sedang menguji sistem, saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa saja yang di desil 9-10 tidak bisa beli yang bersubsidi. Mereka harus bayar harga Pertamax atau yang lain," ucap Purbaya di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

Purbaya menambahkan, pembatasan ini tidak secara otomatis memangkas total volume konsumsi BBM nasional secara mendadak. 

Namun, kebijakan tersebut akan mengurangi beban subsidi dalam APBN karena kelompok masyarakat mampu akan terdorong membeli BBM nonsubsidi sesuai dengan tingkat ekonominya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
12 hari lalu

Harga Pertamax Turun, Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tak akan Naik

22 hari lalu

Purbaya Ungkap Kuota BBM Subsidi Tak Ditambah, Fokus Penyaluran Tepat Sasaran 

1 bulan lalu

2.000 Liter BBM Subsidi Diduga Bio Solar Diamankan di Nagan Raya, Polisi Buru Pemiliknya

2 bulan lalu

Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Gerindra: Keputusan Berani Berpihak ke Rakyat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal