Peneliti BRIN: Pemimpin Negara Harus Siap Mundur jika Melanggar Etika, Sesuai Sila Kedua Pancasila

Binti Mufarida
Peneliti BRIN Siti Zuhro dalam dialog secara virtual dengan tema “Pilpres Tanpa Etika dan Penegakan Hukum” oleh Forum Insan Cita. (Foto istimewa).

“Indonesia sedang mengalami bencana korupsi yang luar biasa. Demokrasi tidak boleh direduksi atau disimpangkan maknanya semata-mata hanya merebut kekuasaan saja. Kedaulatan harus tetap di tangan rakyat, bukan di tangan penguasa atau elit atau lembaga politik ini,” katanya.   

Siti juga mengatakan jika aktor-aktor politik dan aktor-aktor informal harus berperan aktif dalam pembangunan nilai-nilai budaya atau dalam proses demokrasi. 

“Oleh karena itu diperlukan sinergi kooperasi dan komunikasi yang lebih baik antara lembaga penegak hukum dan lembaga terkait lainnya untuk mewujudkan penegakan etika atau keadaban publik atau keadaban politik,” ujar Siti.

Menurut dia, kerja sama antar aktor dan elit untuk menggerakkan mesin demokrasi dan nilai-nilai budaya agar pemilu maupun pilkada berkualitas dan berdampak positif terhadap pemerintahan. 

“Jadi pemilu ini tidak terjadi di ruang kosong tapi akan berkorelasi positif maupun negatif terhadap tentu kualitas pemerintahan kita,” katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
17 hari lalu

Isyana Sarasvati Nyanyikan Lagu Pancasila, Liriknya Berisi Lima Sila

26 hari lalu

Musim Hujan 2026-2027 Mundur, BMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak

2 bulan lalu

Budi Gunadi Siap Mundur dari Menkes jika Terpilih Jadi Dirjen WHO

2 bulan lalu

Dasco Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Desember 2026: Kalau Tidak Selesai Kami Mundur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal