Penentuan Awal Ramadhan Pakai Metode Rukyatul Hilal, Ini Penjelasan NU

Ari Sandita Murti
Ilustrasi penentuan Ramadan menggunakan metode Rukyatul Hilal. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Penentuan awal Ramadan akan menggunakan metode rukyatul hilal. Penentuan itu, bisa dilihat setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Hijriah.

Menurut Sekretaris Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jakarta Ikhwanudin jika hilal tidak terlihat, maka dilakukan istikmal, yakni menggenapkan jumlah hari dalam hijriyah, dan bukan berdasarkan rukyatul kusuf atau pengamatan terhadap gerhana matahari.

"Dasar penetapan awal bulan hijriah adalah terlihatnya hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 hijriah. Jika hilal tidak terukyat, maka dilakukan istikmal, bukan berdasarkan rukyatul kusuf. Gerhana hanya merupakan indikator," ujarnya melalui keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, melaksanakan rukyatul hilal merupakan fardlu kifayah pada saat matahari terbenam tanggal 29 Hijriah, khususnya bulan Sya’ban dan Ramadan guna menentukan awal puasa dan hari berbuka (Idulfitri). 

Mayoritas imam mazhab berpendapat rukyat menjelang Ramadan dan Syawal berstatus fardlu kifayah, berbeda dengan Mazhab Hanbali yang menilainya sunnah.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Prabowo Semringah Terima Kartu Anggota NU: Saya Diterima sebagai Anggota Nahdlatul Ulama

1 bulan lalu

Prabowo Terima Kartu Anggota NU: Ini Kehormatan Besar, Berlaku Seumur Hidup!

1 bulan lalu

Muktamar NU Minta MBG Tak Pakai Anggaran Pendidikan Mulai Tahun Depan: Jangan Tunggu 2028

1 bulan lalu

Pilih Rais Aam PBNU, Muktamar ke-35 Sepakat Tentukan Lewat AHWA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal