Penentuan Awal Ramadhan Pakai Metode Rukyatul Hilal, Ini Penjelasan NU

Ari Sandita Murti
Ilustrasi penentuan Ramadan menggunakan metode Rukyatul Hilal. (Foto: Freepik)

"Mayoritas imam mazhab berpendapat rukyat menjelang Ramadhan dan Syawal berstatus fardlu kifayah. Berbeda dengan Mazhab Hanbali yang menilainya sunnah," tuturnya.

Adapun LFNU akan menggelar rukyatul hilal penentuan awal Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026 M. Berdasarkan hasil perhitungan untuk Kota Jakarta, konjungsi akhir bulan Syakban 1447 H terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026, pukul 19.02 WIB.

Perhitungan dilakukan pada koordinat 06°09'32'' LS dan 106°42'56'' BT dengan elevasi 20 mdpl. Saat matahari terbenam pukul 18.16 WIB di azimut 258°, tinggi bulan toposentris tercatat -0,9° dengan elongasi geosentris 1°, azimut bulan 257°, dan iluminasi 0 persen.

Bulan telah lebih dahulu terbenam pada pukul 18.12 WIB, atau empat menit sebelum matahari terbenam.

"Dengan parameter tersebut, kondisi hilal tergolong istihalaturru'yah, yakni keadaan ketika hilal mustahil terlihat, sehingga berpotensi istikmal, kita tunggu hasil isbat pemerintah," katanya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Prabowo Semringah Terima Kartu Anggota NU: Saya Diterima sebagai Anggota Nahdlatul Ulama

1 bulan lalu

Prabowo Terima Kartu Anggota NU: Ini Kehormatan Besar, Berlaku Seumur Hidup!

1 bulan lalu

Muktamar NU Minta MBG Tak Pakai Anggaran Pendidikan Mulai Tahun Depan: Jangan Tunggu 2028

1 bulan lalu

Pilih Rais Aam PBNU, Muktamar ke-35 Sepakat Tentukan Lewat AHWA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal