JAKARTA, iNews.id - Kuasa hukum Nadiem Makarim, Dodi Abdul Kadir membantah kliennya menerima uang sebesar Rp809 miliar dalam proyek pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Hal itu disampaikan Dodi usai mendengarkan surat dakwaan dari Jaksa penuntut umum (JPU), Senin (5/1/2026).
"Tidak diuraikan uraian alat bukti yang konkret mengenai sejumlah dana Rp809 miliar yang diterima oleh Pak Nadiem," ujar Dodi di Pengadilan Tipikor, Jakarta.
Menurut Dodi, jaksa hanya memaparkan Nadiem mendapatkan keuntungan ratusan miliar tersebut. Jaksa penuntut umum menurutnya tidak bisa membuktikan bagaimana uang itu bisa diterima Nadiem.
"Tidak ada bukti yang konkret, bagaimana terimanya? Dalam bentuk apa? Dia (JPU) hanya menyebutkan bahwa Pak Nadiem menerima keuntungan. Padahal tidak ada disebutkan sama sekali alat bukti," sambungnya.
Sebagai informasi, Nadiem didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp2,1 triliun dalam pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2020-2022.