JAKARTA, iNews.id - Dokter medis sekaligus edukator kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia M Fajri Adda'i mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadhan 2026. Dia menilai MBG dapat menjadi sarana edukasi nutrisi dalam membantu anak memahami pilihan makanan yang tepat saat berpuasa.
“Penting untuk menjaga stabilitas energi, konsentrasi belajar, daya tahan, dan sistem tubuh kita berjalan dengan baik. Jadi kita butuh nutrisi yang penting untuk menjaga kemampuan berpikir, kemampuan fisik beraktivitas supaya tidak lemas, tidak gampang terkena gula darah rendah (hipoglikemia), serta tidak kekurangan cairan di sekolah, juga mendukung aktivitas sehari-hari selama sepanjang bulan puasa,” ujar Fajri, Jumat (16/1/2026)
Dia mengatakan MBG saat Ramadhan perlu dipandang melalui prinsip ilmu gizi dan kesehatan anak, bukan pada aspek kebijakan program. Dia menilai MBG akan lebih tepat diberikan pada waktu sahur dibandingkan saat berbuka.
Fajri juga menekankan pentingnya peran guru dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada murid. Edukasi sederhana tentang pola makan sehat saat Ramadhan dapat membantu anak menghindari konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan gorengan saat berbuka.
“Apa pun bentuk programnya, yang terpenting adalah anak tetap sehat, fokus belajar, dan memiliki kebiasaan makan serta minum yang baik dan bergizi selama bulan puasa,” tutur dia.
Tiidak hanya untuk memenuhi gizi harian masyarakat, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun bagi program MBG di 2026. Hal ini menunjukkan MBG juga menjadi katalisator penguatan ekonomi nasional sekaligus roda penggerak perekonomian lokal.