Pengurus Musala di Jakut Berani Lapor Kasus Kotak Amal Hilang usai Didampingi LBH Perindo

Danandaya Arya Putra
Pengurus musala, Ismail berani melaporkan kasus pencurian kotak amal ke polisi usai didampingi LBH Perindo. (Foto: iNews.id/Danandaya)

“Jadi kotak amal itu ada di depan musala kita, jadi kuncinya sama dia (pelaku) dibobol. Dia ambil langsung ambil saja gitu. Kita juga baru tahu setelah salat Ashar, kita tahu ngelihat ada kunci gembok kita ada di bawah," ucap Ismail.

Ia memperkirakan jumlah uang di dalam kotak amal mencapai Rp2,5 juta. Uang tersebut biasanya digunakan untuk operasional musala. 

“Ya itu sekitar mungkin per bulan itu sekitar Rp2,5 jutaan, kurang lebih. Karena kan kotak amal kita belum hitung juga. Itu buat operasional kayak bayar listrik, bayar air. Kan kita suka ada pengajian itu buat bayar transport ustaz-nya juga, buat kebersihan juga itu," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ismail mengapresiasi pendampingan dari LBH Perindo yang membuat pengurus berani menempuh jalur hukum. Sebab para pengurus tidak enggan melaporkan lantaran akan dikenakan biaya. 

"Ya jadi kita lebih nyaman saja. Jadi kita nggak khawatir kan sesuai ya kita tahu kan itu kalau lapor ke polisi apa kan kalau nggak ada (uangnya) ya tahulah kita gosip-gosip itu gini," ucap dia. 

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Megapolitan
18 hari lalu

Begini Modus Maling Laptop Pakai Lanyard Beraksi di Hotel Bintang Lima

Megapolitan
18 hari lalu

Viral Maling Pakai Batik Curi Laptop di Hotel Mewah Jakpus, Sering Incar Seminar

Nasional
22 hari lalu

LBH Perindo Dampingi Pengurus Musala di Jakut Tempuh Jalur Hukum usai Kotak Amal Raib

Megapolitan
1 bulan lalu

Pelat Besi JPO di Jakarta Sering Digondol Maling, Ini Instruksi Pramono

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal