Perakit Senjata Api Ilegal di Sumedang Jualan Lewat Facebook-TikTok

Riyan Rizki Roshali
Ilustrasi jualan senjata api ilegal dipasarkan via Facebook hingga TikTok. (dok. ilustrasi)

"Kemudian untuk keuntungan yang mereka peroleh dari masing-masing pucuk yang mereka dapatkan itu, dari masing-masing pucuk sekitar Rp2 sampai Rp5 jutaan. Itu variatif ya keuntungannya yang mereka peroleh," ungkapnya. 

Dia menambahkan, para pelaku membuka layanan pre-order (PO) bagi mereka yang hendak memesan senjata. Para pelaku juga terafiliasi dengan jaringan tertentu. 

"Sistem penjualannya ada yang order terlebih dahulu, kemudian ada juga yang memang membeli senjata yang sudah siap atau sudah tinggal pakai ya. Ada dua ini, dua cara," imbuhnya. 

"Yang pertama melalui jaringan yang dikenal langsung. Kemudian yang kedua melalui pemesanan dari e-commerce yang tadi kami sampaikan. Jadi yang pemesanan, begitu sudah oke, barangnya ada, kemudian uangnya sudah ditransfer, baru dilakukan serah terima senjata," jelas dia. 

Adapun peran mereka yakni, RR (39), IMR (22) dan RAR berperan sebagai perakit sekaligus penjual senjata api dan amunisi. Sementara, dua orang lainnya JS (36) dan SAA (28) berperan sebagai orang yang menjual senjata api hasil rakitan. 

Para Tersangka dijerat dengan Pasal 306 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Megapolitan
4 jam lalu

Perakit Senjata Ilegal di Sumedang Sulap Airfsoft Gun Jadi Senpi, Belajar lewat YouTube

Megapolitan
4 jam lalu

Terungkap! Ini Peran 5 Tersangka Pabrik Senjata Api Rakitan Ilegal di Sumedang

Nasional
9 hari lalu

Polda Metro Bongkar Pabrik Senpi Rakitan di Sumedang, 5 Orang Ditangkap

Megapolitan
13 hari lalu

Geger Aksi Curanmor Bersenpi di Palmerah, Warga Terluka Terkena Tembakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal