Peran Pangan Fungsional untuk Meningkatkan Sistem Imun Menghadapi Pandemi Covid-19

Yayon Pamula Mukti
Dosen Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Foto: dok.pri).

Tidak hanya komponen bioaktif berupa vitamin, senyawa bioaktif lemak seperti asam lemak tidak jenuh dan asam lemak arakidonat esensial yang dapat ditemukan pada kacang-kacangan, daging dan telur juga berperan dalam meningkatkan resistensi dan pemulihan dari infeksi SARS-CoV-2, SARS dan MERS. Publikasi Yang, Y, dkk menjelaskan bahwa beberapa jenis senyawa flavonoid seperti quercetin dan kaempferol yang banyak terkandung dalam bawang merah, kale, brokoli dan bayam dapat menghambat aktivitas enzimatik dari SARS 3-chymotrypsin-like protease (3CLpro).

Enzim ini berperan vital dalam replikasi virus SARS, sehingga senyawa ini berpotensi dalam melawan penyakit Covid-19. Polifenol lain yang sedang diteliti karena potensinya sebagai penghambat protease utama (Mpro) Covid-19 adalah hesperidin dan rutin. Komponen bioaktif ini banyak ditemukan pada buah jeruk dan lemon.

Pengolahan dan Konsumsi Pangan Fungsional yang Benar

Sampai saat tulisan ini dibuat, 5 Mei 2020, peran komponen bioaktif pada pangan fungsional masih terus dikembangkan untuk mencegah dan mengobati Covid-19. Akan tetapi, manfaat dari pangan fungsional dalam upaya meningkatkan sistem imun tubuh telah banyak terbukti, sehingga konsumsi pangan fungsional yang cukup sangat dianjurkan. Pengolahan bahan pangan yang benar dengan meminimalisasi pengolahan panas akan mengurangi potensi kerusakan komponen bioaktif.

Sebagai contoh adalah Flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu komponen polifenol yang sensitif terhadap panas yang biasa tersebar pada sayuran dan buah–buahan. Konsumsi bahan pangan dalam bentuk mentah atau pengolahan sederhana lebih dianjurkan, dengan tentunya memperhatikan kebersihan dan higienitas dari bahan pangan tersebut.

Beberapa jenis pengolahan pangan memiliki sifat yang dapat meningkatkan kandungan bioaktif, sebagai contoh fermentasi kedelai menjadi tempe dapat meningkatkan komponen bioaktif aglycone (senyawa isoflavon) mencapai 100% pada fermentasi selama 24 jam. Dengan demikian, pemilihan bahan pangan fungsional yang tepat dikombinasikan dengan pengolahan yang benar merupakan faktor yang penting untuk meningkatkan kualitas senyawa bioaktif pada bahan pangan tersebut.

Saat ini, peningkatan sistem imun merupakan salah satu prioritas utama bagi konsumen di seluruh dunia. Menurut data dari Nutraceuticalsworld, 2019, 20% konsumen membeli produk kesehatan karena perhatian mereka terhadap peningkatan sistem imun tubuh.

Terlebih pada era pandemik saat ini, masyarakat akan lebih meningkatkan kepedulian dan konsumsi terhadap produk-produk yang memiliki fungsi peningkatan sistem kekebalan tubuh, termasuk produk pangan fungsional yang mengandung bioaktif alami yang notabene lebih ramah terhadap tubuh dibandingkan dengan produk sintetik.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
11 jam lalu

Israel Siapkan Rencana Usir Seluruh Warga Gaza, Tunggu Restu AS

14 jam lalu

Timur Tengah Memanas, Kedubes dan Perusahaan AS Jadi Target Serangan Iran

15 jam lalu

Kapal Tanker Raksasa Saudi Dihantam Rudal di Selat Hormuz, 2 ABK Filipina Tewas

16 jam lalu

Kena Ranjau, 2 Kapal Tanker Meledak dan Terbakar di Selat Hormuz 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal