"Kita ingin pemerintah mengambil langkah-langkah. Langkah-langkah yang diambil itu mungkin berbagai alternatif. Kalau dari sisi paling aman, tidak memberangkatkan haji karena eskalasinya tidak bisa diprediksi. Tetapi itu dari sisi psikologis beragama, itu mungkin agak berat," kata Marwan di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dia meminta pemerintah menyiapkan alternatif rute penerbangan untuk keberangkatan atau kepulangan jamaah haji 2026, termasuk melewati Afrika.
"Tidak mungkin juga jemaah berlama-lama. Harus ada alternatif, umpamanya mungkinkah penerbangan dibelokkan dari Afrika?" ucap Marwan.
Menurutnya, pemerintah perlu berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan skenario tersebut, termasuk maskapai penerbangan serta penyedia layanan haji lainnya.
"Pemerintah kita akan dorong untuk berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk yang tadi, kalau loss layanan yang sudah dibayar itu ada penerbangan, ada hotel, ada konsumsi, kemudian ada Masyair yang di Armuzna," ujarnya.