Perang Proxy dan Generasi Milenial

Bambang Soesatyo
Gelombang penyelundupan narkoba patut dipahami sebagai bukti nyata perang proxy yang menargetkan generasi milenial Indonesia. Masa depan NKRI jadi taruhan. (Foto:ilustrasi/dok).

Perang proxy bermodus membanjiri Indonesia dengan ragam produk narkoba tidak akan terlihat masif seperti sekarang ini jika tidak ada para penjahat lokal yang menjadi mitra semua sindikat internasional itu. Memang seperti itulah strategi melancarkan perang proxy.

Identitas lawan tak mudah dibaca karena berkamuflase sebagai pelaku tindak kriminal yang membangun kolaborasi dengan komunitas penjahat di negara menjadi target serangan. Benar bahwa maraknya penggunaan narkoba mencerminkan ekses kenakalan anak dan remaja. Tetapi, fakta mengenai banjir produk narkoba di Indonesia ternyata mengindikasikan perang proxy.

Berat dan Kompleks
Dengan demikian, menjadi jelas bahwa dalam beberapa tahun ke depan tantangan yang harus dihadapi generasi milenial tidak hanya semakin kompleks, tetapi juga bisa menjadi jauh lebih berat. Tak hanya menghadapi perang proxy dengan modus penyelundupan narkoba, melainkan juga perang proxy yang menargetkan runtuhnya fondasi bangunan NKRI. Baru-baru ini Mahkamah Agung mengesahkan pembubaran HTI karena organisasi ini menolak dasar negara Pancasila.

Apakah tantangan bagi masa depan keutuhan NKRI telah tereliminasi sama sekali setelah keputusan MA itu? Jelas belum dan bisa jadi tak berkesudahan. Karena akan selalu ada kekuatan dari luar yang merongrong. Kekuatan-kekuatan asing itu menunggangi keserakahan sekelompok WNI untuk menciptakan disharmoni dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Motif orang-orang serakah itu beragam mulai dari kekuasaan hingga harta.

Syukurlah bahwa banyak komunitas menyadari masalah dan tantangan terhadap keutuhan NKRI itu sehingga ungkapan semangat "NKRI Harga Mati" terus bergema di seantero negeri. Pancasila sebagai way of life dan UUD 1945 yang final harus tetap tegak lurus kendati zaman terus berubah. Dalam proses menjaga dan mengamankan keutuhan NKRI itu, generasi milenial melihat dan merasakan langsung disharmoni antarkelompok masyarakat sekarang ini.

Bersama generasi orang tua mereka, generasi milenial berharap harmoni kehidupan bersama bisa segera dipulihkan. Mereka merindukan harmoni itu, tetapi belum bisa memperkirakan kapan hal tersebut akan terwujud.

Demi masa depan keutuhan NKRI, generasi elite sekarang ini hendaknya peduli pada aspirasi generasi milenial. Harus ada keberanian untuk menghilangkan sekat-sekat pemisah.

Harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara harus segera dipulihkan agar generasi muda bisa menggunakan energinya melihat serta mengalkulasi tantangan dari luar. Berikan gambaran yang utuh dan benar tentang tantangan mereka pada kemudian hari.

Kesinambungan perkembangan teknologi akan terus mengubah lanskap ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Perubahan ini mengglobal, oleh karenanya harus ditumbuhkan semangat berkompetisi. Generasi milenial Indonesia harus didorong untuk inovatif, kreatif, dan kompetitif agar Indonesia tidak melulu dijadikan target pasar oleh produsen dari negara lain.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Megapolitan
7 hari lalu

Tempat Hiburan Malam di Jaksel Digerebek, Diduga Lokasi Transaksi Narkoba

Seleb
14 hari lalu

Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta

Nasional
14 hari lalu

Gerebek Rumah DJ Sekaligus Selebgram di Medan, Polisi Temukan Pod Narkoba dan Sabu

Nasional
16 hari lalu

Terima Setoran Bandar Narkoba, Eks Kasat dan Kanit Narkoba Toraja Utara Dipecat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal