Periksa 4 Saksi, KPK Usut Aliran Duit dari Vendor Bansos ke Juliari Batubara

Raka Dwi Novianto
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta Selatan. (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa empat saksi terkait kasus suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020. Dari empat saksi itu, KPK menelusuri aliran duit dari vendor pengadaan bansos Covid ke eks Mensos Juliari Batubara.

Empat saksi itu diduga memberikan suap kepada Juliari Batubara. Keempatnya yakni, Direktur PT Riskaindo Jaya, Jonni Sitohang; dari PT Dharma Lantara Jaya, Kunto; dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Joyce Josephine dan dari PT Afira Indah Megatama, Raka.

"Tim penyidik KPK masih melakukan pendalaman terkait dengan perusahaan dari para saksi yang menjadi vendor dalam pelaksanaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI. Serta dugaan aliran sejumlah uang kepada tersangka JPB (Juliari Peter Batubara) melalui tersangka MJS (Matheus Joko Santoso," ujar pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (18/3/2021).

Sementara itu, KPK melakukan penjadwalan ulang terhadap satu saksi dari PT Asricitra Pratama bernama Moto. Moto tidak hadir memenuhi panggilan penyidik. 

"Tidak hadir dan dilakukan penjadwalan ulang," kata Ali.

Diketahui, KPK telah menetapkan Juliari P Batubara (JPB) sebagai tersangka penerima suap. Juliari Batubara diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa berupa bantuan sosial (bansos) dalam penanganan pandemi Covid-19.

Editor : Ibnu Hariyanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

KPK Limpahkan Berkas Perkara Tersangka Terakhir Kasus Bea Cukai ke JPU

57 tahun lalu

KPK Geledah Kantor BPK Sumsel, Sita Dokumen Perubahan Opini WTP Muara Enim

57 tahun lalu

Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Tidak Ditahan usai Diperiksa 10 Jam, Ini Penjelasan KPK

57 tahun lalu

KPK Temukan Dugaan Pengaturan Audit di Muara Enim, Ada Campur Tangan BPK Pusat?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal