Peringatan BMKG : Waspada Dampak La Lina Berpotensi Bencana Hidrometeorologi

Kurnia Illahi
Ilustrasi, prakiraan cuaca. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Fenomena La Lina dinilai dapat berdampak pada anomali cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi. Dampak tersebut sangat bergantung pada musim dan bulan, wilayah serta intensitasnya.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supari mengatakan, hasil analisis dari potret data suhu permukaan laut di Pasifik, saat ini La Lina sudah teraktivasi di Pasifik Timur. Kondisi ini dapat memicu frekuensi dan curah hujan wilayah Indonesia pada bulan-bulan ke depan hingga April tahun depan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, dampak La Lina dapat memicu curah hujan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal sehingga potensi banjir, bandang dan tanah longsor ke depan perlu diwaspadai.

Fenomena ini, kata dia perlu diwaspadai kondisi hujan di atas normal pada Oktober dasarian I dan II. Satuan dasarian yang digunakan menunjuk pada kurun waktu sepuluh harian.

“Beberapa provinsi diperkirakan akan memasuki musim hujan pada Oktober 2020,” ujar Supari dalam konferensi pers tim intelejen penanggulangan bencana yang siarkan secara virtual, Rabu (30/9/2020).

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
14 jam lalu

Prabowo Pastikan Penanganan Bencana NTT hingga Aceh Sangat Cepat: di Mana-Mana Negara Hadir

17 jam lalu

Gempa M5,1 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

23 jam lalu

BMKG Catat 7.029 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 NTT, 141 Dirasakan

2 hari lalu

BMKG: 6.409 Gempa Susulan Guncang NTT Pascagempa M7,7, 139 Dirasakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal