UI juga secara konsisten berupaya menjaga hubungan baik dengan alumni sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan employer reputation dalam pemeringkatan perguruan tinggi. Dengan melibatkan alumni secara aktif, diharapkan dapat mempertahankan posisi UI sebagai salah satu universitas terbaik.
Seperti mengajak para alumni berkontribusi dalam mengembangkan kurikulum. “Setiap kali kita mengembangkan kurikulum, me-review kurikulum, salah satu stakeholder yang kita undang adalah alumni. Mana ilmu yang terpakai dan tidak terpakai, apa yang dibutuhkan saat bekerja. Masukan dari alumni menjadi hal yang sangat penting setiap kali kita melakukan curriculum review,” kata Agustin.
UI juga melibatkan alumni untuk membantu dalam proses praktik kerja atau praktik belajar di lapangan, hingga sebagai pengajar tamu. “Kontribusi alumni kepada UI adalah memberikan opportunity dan memberikan contoh untuk mahasiswa yang belum lulus,” ucapnya.
Sejak awal masa studi, UI telah membangun hubungan yang kuat dengan mahasiswanya. Dukungan yang diberikan tidak hanya terfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga pada pengembangan diri melalui berbagai aktivitas ekstrakurikuler. Hal ini menunjukkan komitmen UI untuk terus menjalin hubungan erat dengan alumni.
“Untuk membangun karakter tidak bisa dipelajari di bangku kuliah saja, mereka harus berinteraksi, belajar organisasi, menjadi leader, punya followership. Nah kita sudah menyediakan puluhan UKM untuk mengasahnya. Itu semua kita sediakan, untuk melengkapi supaya nanti mereka keluar, karakternya jadi lengkap,” tuturnya.