Thafsin menyebutkan bahwa layanan kesehatan di Makkah cukup besar, setara dengan permintaan resep per hari di rumah sakit tipe A di Jakarta. "Permintaan resep mencapai 500 per hari, sedangkan di Jakarta mencapai 1.000 resep per hari, jadi hampir setengahnya," ujarnya.
Seperti yang diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan 107 ton obat dan perlengkapan kesehatan untuk pelayanan kesehatan di Arab Saudi. Sebanyak 30 ton obat dikirimkan ke Madinah, sedangkan sisanya sebanyak 77 ton dikirimkan ke Makkah.
Pengiriman obat dan perlengkapan kesehatan sebanyak 107 ton tersebut meliputi obat saluran napas, obat saluran pencernaan, obat antidiabetes, obat analgesik dan antiinflamasi, obat kardiovaskuler, multivitamin, larutan elektrolit, dan susu.
Tim Pengawas Haji DPR secara umum menilai pelayanan jemaah haji sudah cukup baik. Namun, terdapat beberapa catatan terkait sejumlah layanan, termasuk layanan kesehatan.
Dalam hal layanan kesehatan, Tim Pengawas Haji DPR menyoroti masalah kekurangan obat-obatan. Tim tersebut meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk menangani masalah ini.