Peserta IYMWF 2018 Fatayat NU Diajak ke Pesantren Al-Hamid dan PBNU

Irfan Ma'ruf
Peserta IYMWF 2018 disambut dengan tari saman yang dibawakan para santriwati di Ponpes Al-Hamid, Jakarta Timur, Sabtu (27/10/2018). (Foto: Istimewa).

”Pendidikan di pesantren itu 24 jam. Pesantren is an islamic boarding school that is very unique. It has their own authority in giving education, morality, etc. Itu yang ingin kita tunjukkan. Sebab peserta yang hadir adalah orang-orang terpilih," kata Anggia.

Dari pesantren, tujuan berikutnya ke TMII. Peserta konferensi diajak melihat aneka ragam rumah-rumah adat dari 34 provinsi se-Indonesia, baju tradisional, dan ragam budaya lainnya. Rombongan mampir ke Anjungan Sulawesi Selatan, makan siang sambil menikmati tari-tarian khas daerah Sulawesi Selatan.

Adapun kunjungan ke PBNU, peserta diterima Katib Aam Kiai Yahya Cholil Staquf. Selain itu, sebagian juga berkesempatan mampir ke Pojok Gus Dur dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU. Di LPBI, mereka melihat langsung bagaimana kerajinan tangan dari kertas koran bisa dijadikan patung, asbak, tas, dan aneka kreasi lainnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Buletin
1 tahun lalu

Gibran di Konbes Fatayat NU: Wanita Itu Tiang Negara

Nasional
2 tahun lalu

Bertemu Presiden Israel, 2 Kader PP Fatayat NU Mundur

Nasional
3 tahun lalu

Wapres Minta Fatayat NU Ikut Berperan Cegah Paham Radikalisme

Nasional
4 tahun lalu

Prabowo: Prajurit kalau Mau Perang, Pasti Cari Kiai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal