Petang Kelabu di Yogya: Kisah Gugurnya Abdulrachman Saleh, Adisutjipto dan Adi Soemarmo

Zen Teguh Triwibowo
Pemindahan kerangka pahlawan dan perintis AU, Abdulrachman Saleh dan Adisutjipto dari Pemakaman Pakuncen, Bantul, DIY pada 14 Juli 2000. (Foto: Dispenau).

JAKARTA, iNews.id – Mesin pesawat Dakota VT-CLA meraung di langit Yogyakarta. Usai terbang dari Singapura, burung besi milik pengusaha India yang mengangkut obat-obatan untuk Palang Merah Indonesia itu sudah bersiap mendarat di Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta.

Sore itu, 29 Juli 1947 atau tepat hari ini 74 tahun silam. Sehari sebelumnya, pers dan radio Malaya telah menyiarkan berita pesawat Dakota VT-CLA akan tiba di Yogyakarta esok. Penerbangan itu disebut telah memperoleh persetujuan dari Pemerintah Belanda.

Namun menjelang landing, tragedi terjadi. Dari arah Utara mendadak muncul dua pesawat pembom P-40 Kitty Hawk Belanda. 

"Waktu menunjuk pukul 17.00 ketika tembakan dilepas beberapa kali. Peluru mengenai pesawat angkut tanpa senjata tersebut," kata Irna Hadi Soewito dkk dalam buku 'Awal Kedirgantaraan Indonesia: Perjuangan AURI 1945-1950', dikutip Kamis (29/7/2021).

TNI AU dalam laman situs resmi mereka juga menggambarkan kengerian petang kelabu tersebut. Kitty Hawk Belanda kalap memberondongkan tembakan.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
1 hari lalu

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurun, BMKG Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca

2 hari lalu

Kemenhub Siapkan 10 Bandara Beroperasi 24 Jam untuk Percepat Pemulihan Penerbangan

2 hari lalu

Daftar 6 Bandara Alternatif imbas Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ada Juanda-Kertajati

2 hari lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca dari Kertajati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal