Meskipun masih berada di level yang cukup tinggi, optimisme dari hasil rapat KSSK memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar bahwa otoritas keuangan memiliki komitmen penuh dalam menjaga stabilitas.
Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter dipandang sebagai kunci utama untuk menahan sentimen negatif akibat ketidakpastian geopolitik global yang masih membayangi awal tahun ini.
Selanjutnya, Rapat KSSK yang berlangsung tiga bulan sekali ini dijadwalkan akan digelar konferensi pers pada Selasa (27/1/2026).
“Koordinasi saja, karena ini kan yang rapat reguler tiga bulanan. Lebih rutin laporan perkembangan terakhir, lalu bagaimana langkah-langkah yang akan kita lakukan di tahun baru ini, tentu terkoordinasi dan sinergi lebih baik,” kata Mahendra usai rapat kepada awak media, Jumat (23/1/2026).
Salah satu isu krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mahendra memberikan apresiasi atas kebijakan moneter yang telah ditempuh Bank Indonesia dalam meredam volatilitas pasar global.