Pilpres 2024, Eep Saefullah Sebut Jokowi Ingin Menang tapi Tidak Gunakan Cara Demokrasi 

Danandaya Arya Putra
Pendiri sekaligus pemimpin di PolMark Research Centre Eep Saefulloh Fatah (Foto: Ist)

"Kesimpulan yang kedua, sepanjang sejarah reformasi terutama sejak pilpres langsung 2004, di 2024 pertama kali kita menyaksikan presiden cawe-cawe dengan amat sangat jauh," kata Eep.

Dia menjelaskan, ketika seorang ingin menang tanpa mengikuti aturan demokrasi berarti ada sistem yang telah di rusak. Sebab, demokrasi yang sudah matang salah satu cirinya ketika semua orang mengakui dan menjalani aturan yang berjalan.

"Ketika ingin menang tetapi tidak ingin menggunakan cara demokrasi berjalan ada yang salah dengan sistem, mekanisme, aturan insitusi politik yang kita miliki. Ini harus dibenahi," tutur Eep.

Dia menegaskan, agar demokrasi tetap berjalan baik di Indonesia, perlu ada aturan atau UU yang mengatur lembaga kepresidenan untuk membatasi kekuasaan presiden pada masa krusial. Sebab jika hal itu terus diabaikan, presiden dengan wewenangnya, dikhawatirkan menabrak banyak aturan.

"Kalau tidak dibatasi, presiden yang sedang berkuasa untuk menang yang kedua kali. Ternyata presiden yang sudah tidak bisa dipilih lagi bisa melabrak banyak aturan kemudian membahayakan kesehatan pemilu dan demokrasi," tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Perludem Kritik Ambang Batas Parlemen, Singgung Banyak Suara Terbuang 

Nasional
5 hari lalu

Akademisi Usul Pemilu Tak Pakai e-Voting, Rawan Di-hack

Nasional
5 hari lalu

Prabowo: Kalau Tidak Suka sama Saya, Silakan 2029 Bertarung

Nasional
9 hari lalu

GKSR Tancap Gas! Partai Nonparlemen Siapkan Kajian Isu-Isu Strategis Pemilu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal