PLN IP Garap Proyek PLTS dan Baterai 60 MWp, Nilai Investasi Tembus Rp3,3 Triliun

Aditya Pratama
Pemanfaatan energi surya ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan, dengan potensi penurunan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) hingga sekitar Rp1.000 per kWh. (Foto: Istimewa)

PLN IP Services juga menggandeng PT Barata Indonesia (Persero) dan Technofit Sdn Bhd untuk mengembangkan Pusat MRO Turbin dan Rotating Equipment di Plant PKT Cilegon.

Kolaborasi tersebut mencakup pekerjaan MRO di lingkungan PLN, pengembangan produk kelistrikan, peningkatan TKDN, alih teknologi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Dalam kerja sama ini, PLN IP Services berperan sebagai integrator solusi dan kontraktor lapangan. Sementara Barata Indonesia memperkuat kapabilitas heavy workshop dan manufaktur, sedangkan Technofit mendukung teknologi, pengalaman teknis, serta jaringan internasional.

Melalui pengembangan tersebut, PLN Indonesia Power tidak hanya memperkuat kemampuan pemeliharaan, perbaikan, overhaul, dan life extension turbin serta rotating equipment. Kapabilitas MRO nasional juga diarahkan untuk membuka peluang layanan ke pasar Asia Pasifik.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
17 jam lalu

El Nino Bikin Debit Air Turun, Kapasitas PLTA di Sulawesi Selatan Susut 650 MW

20 jam lalu

Bahlil bakal Pangkas Birokrasi demi Kejar PLTS 100 GW: Nggak Usah Terlalu Mutar-Mutar

5 hari lalu

Kemenkeu Kucurkan Rp331,1 Triliun untuk Bayar Subsidi dan Kompensasi, Naik 52,1 Persen

5 hari lalu

Prabowo Susun 6 Langkah Menuju Swasembada Energi, Ada B50-E50 hingga PLTN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal