PLN IP Garap Proyek PLTS dan Baterai 60 MWp, Nilai Investasi Tembus Rp3,3 Triliun
Pengembangan PLTS-BESS itu berpotensi menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) hingga sekitar Rp1.000 per kilowatt hour (kWh), bergantung pada karakteristik sistem kelistrikan di masing-masing lokasi.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN IP Julita Indah menambahkan, integrasi PLTS dan BESS dapat menjadi solusi bagi wilayah yang masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar diesel.
“Integrasi PLTS dan BESS memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel. Dengan sistem penyimpanan energi, pasokan listrik dari PLTS dapat dikelola lebih optimal sehingga keandalan sistem tetap terjaga sekaligus memberikan potensi efisiensi biaya penyediaan listrik,” kata Julita.
Selain pengembangan energi terbarukan, anak usaha PLN IP, PLN IP Services, memperkuat bisnis MRO melalui kolaborasi dengan PT ABB Sakti Industri.
Kerja sama tersebut mencakup pemeliharaan dan perbaikan generator, motor, serta Variable Speed Drive (VSD)/inverter. Selain itu, terdapat penyediaan produk dan suku cadang ABB hingga layanan life assessment generator dan motor.