Polda Metro Jaya Bongkar 2 Pabrik Obat Keras Ilegal di Sukoharjo, 16 Orang Ditetapkan Tersangka

Zakky Mubarok
Polda Metro membongkar dua pabrik obat ilegal di Sukoharjo, menetapkan 16 orang tersangka, serta menyita 7,8 juta butir obat dan uang Rp9 miliar. (Foto: Zakky Mubarok)

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar dua pabrik yang memproduksi obat keras jenis tramadol dan trihexyphenidyl secara ilegal di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap 16 orang dan menyita jutaan butir obat siap edar serta uang tunai Rp9 miliar.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan, polisi menyita total 7.862.500 butir tramadol dan trihexyphenidyl yang telah selesai diproduksi.

"Dengan barang bukti Tramadol dan Trihexyphenidyl sebanyak 7.862.500 butir yang sudah jadi," ujar Bismo dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Penggerebekan dilakukan di dua lokasi, yakni Kartasura dan Gatak, Sukoharjo. Sebanyak 16 orang ditangkap dalam operasi tersebut, dengan rincian 11 orang di Kartasura dan lima orang di Gatak.

Para tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari penanggung jawab pabrik, operator mesin pencampur, pencetak tablet, hingga pekerja pengemasan.

Di lokasi pertama, yakni pabrik tramadol di Kartasura, polisi menangkap MR dan ATM yang diduga bertindak sebagai penanggung jawab sekaligus pengirim paket. Sejumlah pekerja lainnya juga diamankan karena diduga terlibat dalam proses produksi dan pengemasan.

Dia menyebut, pabrik di Kartasura mampu memproduksi hingga 1,7 juta butir tramadol per hari. Omzet yang diperoleh dari kegiatan ilegal tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar per hari.

Bismo memerinci, polisi menemukan berbagai bentuk produk dan bahan produksi di lokasi tersebut, mulai dari serbuk putih siap cetak hingga tablet yang telah dikemas dan siap diedarkan.

"Dan hasil produksi dari pabrik pertama ini di Kartasura, itu serbuk putih siap cetak 1 ton dapat membuat 7.535.815 butir Tramadol, tablet putih siap packing 1.485.000 butir, kemudian Tramadol siap edar 2.372.500 butir," kata dia.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
4 jam lalu

Kapolri Jenderal Suyudi Buka Suara soal Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

5 jam lalu

6 Aktivis Greenpeace Dipulangkan Polisi, Pemerintah Buka Suara soal Aksi di Bundaran HI

6 jam lalu

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Blackout Batam-Bintan Kepri

16 jam lalu

6 Aktivis Greenpeace Dipulangkan dari Polda Metro Jaya usai Sempat Diamankan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal