PPP Berharap Ambang Batas Parlemen Diturunkan, Ini Alasannya

Jonathan Simanjuntak
Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi (Foto: Giffar)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi berharap ambang batas parlemen diturunkan menjadi 2,5 persen dari yang sekarang 4 persen. Angka itu menurutnya perlu dikembalikan ke pengaturan awal parliamentary threshold.

"2,5 persen (yang cocok ambang batas). Kembali ke pengaturan awal, karena parlemen threshold kan yang tetapkan 2,5 persen dan itu tercipta penyederhanaan parpol di parlemen. Ada sembilan fraksi waktu itu di 2009," kata Achmad Baidowi, Selasa (5/3/2024).

Ia lantas menyinggung Pemilu tahun 1999 dan 2004. Saat itu, setiap partai yang dapat kursi itu mampu lolos ke parlemen. Pada saat itu juga, terdapat ruang untuk membuka pembentukan fraksi gabungan.

"Itu elektoral threshold ketika ikut Pemilu lagi, dia ganti partai. Nah parlemen threshold itu diberlakukan sejak 2009, angka waktu itu 2,5 persen dan itu moderat," ujarnya.

Diturunkannya ambang batas parlemen ini menurutnya membuat suara-suara tidak banyak terbuang. Menurutnya juga 2,5 persen juga bisa mewakili proporsional yang diinginkan.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
46 menit lalu

Denny Indrayana Ungkap 2 Masalah Pemilu, Singgung Duitokrasi dan Meng-Gibran

4 jam lalu

Destry Damayanti Jalani Fit and Proper Test Gubernur BI, Paparkan 5 Strategi Baru untuk Rupiah hingga QRIS

1 hari lalu

Video Budi Arie Viral Singgung Percepatan Politik sebelum 2029, Projo: Bukan Video Utuh

1 hari lalu

Guru PPPK Bakal Diambil Alih Pusat, Komisi II DPR Minta Mekanisme Diperjelas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal