Eks Menteri Pertahanan ini menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu produsen komoditas terbesar dunia. Namun, harga sejumlah komoditas tersebut masih mengacu pada pembentukan harga di bursa luar negeri.
“Selama puluhan tahun, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar dunia untuk kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, karet, dan berbagai komoditas lainnya,” ujar Prabowo.
“Tetapi terlalu sering harga kekayaan yang keluar dari bumi dan keringat rakyat Indonesia justru ditentukan di luar negeri, di bursa komoditas luar negeri, dengan acuan yang tidak kita bentuk sendiri,” sambungnya.
Pemerintah menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis untuk mengubah kondisi tersebut. Bursa tersebut rencananya mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 di bawah pengawasan OJK.