“Tentu di forum ekonomi dunia ini, ini adalah bagian dari kita membuka potensi-potensi kerja sama dengan seluruh negara-negara sahabat. Saya kira itu dua agenda di dua negara,” ujar Prasetyo.
Sebagai informasi, World Economic Forum merupakan pertemuan global yang rutin diadakan setiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss, mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia untuk berdiskusi mengenai tantangan dan proyeksi ekonomi global.
Selain Presiden Prabowo, forum tahun ini akan dihadiri sejumlah pemimpin dunia dan tokoh internasional, termasuk Donald Trump yang memimpin delegasi AS terbesar dalam sejarah ke Davos, bersama para menteri kabinet dan pejabat senior lainnya.
Kehadiran Trump ditekankan sebagai bagian dari diskusi tingkat tinggi yang mencakup isu-isu seperti Ukraina, Venezuela, Gaza, dan Iran, serta agenda diplomatik besar lainnya.