Prabowo juga menekankan bahwa penguasaan sains dan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa. Dia meyakini Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, asalkan diberi kesempatan dan dukungan untuk berkembang.
"Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali, tapi ya apapun yang kita punya harus, saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses," lanjutnya.
Presiden menegaskan cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur hanya dapat dicapai melalui pendekatan yang rasional dan berbasis ilmu pengetahuan.
"Kalau kita mendekati dengan cara scientific, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional ya. Nanti kita akan keliru, rasional, science, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Ya kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke ranah lain, fakta. Nah jadi kadang-kadang fakta menyakitkan," katanya.
Prabowo menilai riset dan inovasi harus menjadi fondasi dalam pengambilan kebijakan sehingga pembangunan nasional dapat berjalan secara tepat sasaran, efektif, dan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di masa depan.