“Renovasi ini bertujuan mengembalikan keaslian fasad arsitektur sejarah, mengatasi persoalan genangan air dan banjir rob, sekaligus meningkatkan fasilitas dan kenyamanan layanan bagi pelanggan,” ujarnya.
Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun kelas besar tipe A yang melayani hampir seluruh perjalanan kereta api penumpang di Kota Semarang.
Pada Semester I 2026, stasiun tersebut menjadi stasiun tersibuk keempat di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik dan turun penumpang. Tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) keberangkatan juga mencapai 99,45 persen.
Selain memiliki peran penting dalam operasional transportasi, Stasiun Semarang Tawang menyimpan nilai sejarah nasional.
Stasiun ini menjadi titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 serta lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Soekarno dalam rangka perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.
Prasetyo mengatakan kehadiran Presiden Prabowo dalam peresmian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga warisan budaya nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
“Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, agar bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang dapat terus dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya bagi generasi mendatang,” pungkasnya.