JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto buka suara soal wacanahukuman mati bagi koruptor. Dia mengingatkan hukuman mati memiliki risiko besar karena tidak dapat dikoreksi jika terpidana ternyata terbukti tidak bersalah.
“Ini masalahnya bukan soal koruptor ya. Masalah siapa pun yang dihukum mati. Masalahnya kalau dilaksanakan nggak bisa di, nggak bisa diralat. Padahal kadang-kadang, buktinya enggak cukup,” kata Prabowo saat ditanyakan pandangannya soal hukuman mati bagi koruptor dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Jumat (18/9/2026).
Eks Menteri Pertahanan ini kemudian mencontohkan sejumlah kasus hukuman mati di Amerika Serikat. Menurut dia, terdapat orang yang sudah dihukum mati, tetapi kemudian terbukti tidak bersalah.
“Bahkan banyak yang dihukum mati itu enggak bersalah. Ada sekian persen di Amerika, di mana kan, terbukti. Sekarang ada DNA tes dan sebagainya,” ujarnya.
Dalam penindakan terhadap koruptor, ia menilai tindakan tegas, sistem yang kuat, serta upaya mengembalikan uang hasil korupsi menjadi hal penting.