“Lebanon sekarang seperti itu. Iran, seluruh negara Teluk, Yaman, kita lihat tiap hari. Perang di Afghanistan, perang di Myanmar, perang antara Thailand dan Kamboja. Di tengah semua ini, kuncinya antara lain adalah elite yang tidak bisa bekerja sama,” katanya.
Prabowo pun mengajak lebih dari 2.600 rektor, akademisi, peneliti, serta tokoh yang hadir dalam sarasehan tersebut untuk bersama-sama merenungkan arah kemajuan bangsa. Dia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas nasional demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
Prabowo juga berkomitmen menjaga iklim demokrasi Indonesia tetap kondusif. Dia mengaku selalu mengedepankan pendekatan persuasif sebagai pemimpin yang dipilih secara demokratis.