Selain bidang kesehatan, Prabowo juga menekankan pentingnya riset untuk menangani karhutla, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. BRIN telah berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta TNI Angkatan Udara dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), termasuk melalui operasi menggunakan dry ice.
“Bapak Presiden terus memantau karhutla dan terus menekankan betapa hasil riset untuk memecahkan masalah karhutla baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang ini harus dilakukan,” tutur Arif.
Untuk mengantisipasi kebakaran pada masa mendatang, BRIN juga mengembangkan riset mengenai pola perambatan api. Hasil riset tersebut diharapkan membantu memetakan pergerakan api sehingga upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan lebih efektif.
“Bapak Presiden juga menekankan pentingnya riset jangka menengah, kemudian riset jangka panjang bagaimana mengantisipasi di masa depan, termasuk di dalamnya adalah mencari model-model perambatan api itu seperti apa sebenarnya sehingga kita bisa mengantisipasi di kemudian hari,” ucapnya.
Di sektor energi, BRIN mengembangkan pemanfaatan limbah industri kelapa sawit untuk menghasilkan biogas dan listrik. Arif menyebut limbah cair pengolahan sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) serta tandan kosong sawit berpotensi dikonversi menjadi energi listrik dengan kapasitas sekitar 3,9 gigawatt.