Potensi tersebut dinilai dapat mendukung diversifikasi sumber energi nasional, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.
“Jadi saat ini kita mengimpor LPG kurang lebih 97 triliun per tahun dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tabung, saya kira ini akan menjadi salah satu solusi energi kita ke depan,” ucap Arif.
Pemanfaatan limbah sawit menjadi energi juga membuka peluang pengolahan hasil samping industri menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah.
Di bidang kesehatan, BRIN turut mengembangkan riset obat herbal untuk mendukung kemandirian obat nasional. Arif menyebut terdapat 19 kandidat obat herbal yang dikembangkan untuk menuju kategori fitofarmaka.
“Saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka. Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT, Obat Herbal Terstandarisasi. Sekarang ingin menuju pada fitofarmaka,” ucapnya.