"Tadi Pak Presiden pesan, 'Wah, ya nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, mau Nataru, kemudian lebaran, ya kan. Nanti mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh'," ungkapnya.
Nanik menegaskan kebijakan itu dimaksudkan agar tak mengganggu kebutuhan telur ayam di masyarakat jelang Nataru.
"Supaya nggak ganggu kebutuhan masyarakat yang mau Nataru dan mau lebaran untuk kue, terutama telur ya," ujar Nanik.